Tuesday, September 06, 2011

Aku dan Dia

*Aku hayati liriknya. Apa yg terkandung dalam lirik itu ada kisah aku dan dia. Maka Aku tujukan untuknya, untuk lagu yg pertama ini.

*Dan untuk lagu yg kedua ada kisahnya meneganai aku.

*The conclusion Aku Bukan UntukMu... Selamat Tinggal.
Link

Aku Bukan Untukmu




Terlalu Cinta

Wednesday, August 17, 2011

Dari Rumah~

* Dari rumah bermulanya lakaran peribadi,

* Sama ada peribadi yang baik.... buruk, bermulanya dari rumah, sebagaimana "Tuan" rumah itu, begitulah anak-anak buahnya..

* Kerna rumah adalah sekolah pembentukan peribadi. Berani, bijak, perihatin, kasih sayang, memahami, semuanya bermula di rumah..

* Bila berada di medan sebenar itulah keperibadiannya, DAN bila mana atas ilmu-ilmu yang diberiNYA kepadanya (anak-anak buah) boleh saja dibaiki yang mana lebih, yang mana kurang~

* Pengetua "Tuan" rumah yang mentarbiah anak-anak buahnya seorang berpangkat Mama, Ibu, Mak, Ummi, Mami, Mum...

* Maka benarlah kata-kata orang tua dahulu... untuk merisik lihat pada ibunya.... Kerna seorang ibu.. memainkan peranan utama dalam mentarbiah anak-anak buahnya...

* Dunia sekarang, realitinya... Sang Mama, Ibu, Mak, Ummi, Mami dan Mum ini hilang peranannya...kerana Sang Abah, Ayah, Abi, Papa dan Dad.... lupa peranannya....

* Kredibili Sang Lelaki di ragui~ Sang Perempuan KUCAR mengambil peranan mereka Sang Lelaki... maka berterusanla...kekeliruan dalam peranan masing-masing sebagai Sang Lelaki atau Sang Perempuan....

* Iman yang benar dapat membaikinya. InsyaALLAH 40 hari, 4 bulan dan istiqamah untuk usaha atas YAKIN.


Saturday, August 13, 2011

Pengorbanan~

* Usaha atas Yakin (Iman)

* Untuk usaha atas Yakin perlukan pengorbanan. Pengorbanan atas diri, masa dan harta. Setakat ini Allah Tabarakallah memberi kemampuan kepada hamba untuk korban diri dan masa. Harta? Hmm hamba lihat karkun2 lama.... di uji dengan harta, isteri dan anak2... kecundang. Aku doakan agar hamba dan mereka lulus atas ujian tersebut.

* Itu la kehidupan, tanpa uijian bukan kehidupan namanya.

* Penting? Kita lihat dunia penting kerana kita faham nilainya. Adakah kita faham nilai akhirat dan kehidupannya?

* InysaALLAH lepas exam 40 hari.

NO more diariilimiah~ hanya cetusan fikir~

* Bila berada dalam UJIAN hati dan perasaan. Aku kecundang, "mempertuhankan" hati dan perasaan~

* Si dia yg ku "harap dan pinta" agar sampai ke jinjang pelamin.....

* Dalam masa yang sama, usaha atas iman di lakukan, "Jangan minta dan harap pada makhuk.... bila kita minta dan harap pada makhluk.... Allah akan serahkan kita pada makhluk... makhluk akan sia-sia dan kecewakan kita... tapi bila mana kita minta dan harap hanya pada Allah, Allah pasti akan tunaikan apa yang kita minta dan harapkan "

* Hati berbolak balik~ ada sayang, ada rindu, ada serba salah, ada menyampah, ada menyesal~ maka~ "Maaf terpaksa buat awak benci pada saya, kita tak ada apa2".

* Sungguh iman ku rosak kerana seorang mahkluk bernama wanita.....

* " Pemuja gadis, pemuja wanita dan pemabuk cinta.Jatuh hati, tertawan dan tergoda semuanya adalah tanda kelemahan jiwa dan penyakit hati oleh syahwat dan dunia.Basahkanlah jiwamu yang kering dengan rahmat Allah, sucikanlah hatimu yang kotor oleh dunia dengan persediaan hari kematian.Kemanisan gadis,raut wajah yang cantik dan perwatakan yang menawan tidak cukup untuk mencairkan jiwa yang takutkan Allah dan hari akhirat !"

* "Allah menaungi pemuda yang berkata aku takutkan Allah apabila diajak berzina oleh wanita yang sempurna fiziknya...

Bagaimana dengan anak muda hari ini yang menangis kerana kecewa oleh cinta yang ditolak oleh wanita ? Anak muda yang memutuskan silaturahim kerana wanita ? Anak muda yang hidupnya demi cinta dan demi membahagiakan si dia ?

Syirik itu banyak jenisnya dan salah satunya ialah melalui cinta sesama manusia yang menyalahi kehendak syarak !"

* Keputusan dalam membuat pilihan~ dan pilihan kali ini memang menyakitkan~ Aku serahkan 'dia' kepada mu ya Rabb, sungguh Engkau tidak mensia2kan~ mungkin itu lebih baik untuk 'iman' ku~ hmm~



* Alhamdulillah di bulan yang penuh barakah ini, Allah beri kekuatan untuk aku memutuskan, walau hati sedih dan sakit, aku cuba untuk belajar2 untuk taat perintah Allah dan perintah rasulNYA, dan semestinya masih banyak perintah Allah dan Sunnah rasulnya aku masih belum dapat sempurnakan. Tapi itu bukan alasan untuk aku tinggalkan terus untuk berusaha menjadi orang yang BERKEYAKINAN @ BERIMAN. "tak dapat buat semua jangan tinggalkan semua".

* Islam ini telah sempurna, kenapa kita tidak dapat sempurnakan Islam dalam kehidupan?
"Kerna kita tidak usaha atas iman dan yakin pada janji Allah."

* Aku kagum kepada mereka yang punyai kekuatan untuk bersungguh2 dalam perkara yang memberi manfaat kepada mereka, walau aku bukan seperti mereka. Telah berkata Muhamad b Abdullah salallahhu'alaihi wa salam, lebih kurang bunyinya "Bersungguh2lah kamu dalam perkara yang memberi manfaat kepada kamu, dan janganlah bersikap lemah, mintalah pertolongan daripada Allah...."

* Aku kagum kepada mereka yang amanah, walau aku bukanlah orang yang amanah.

* Aku kagum kepada mereka yang soleh walau aku bukanlah orang yang soleh.

Friday, June 10, 2011

...Masih Hidup...

Kelip-kelip, sedar-sedar, sudah semester 6 aku di UiTM Terengganu Dungun. Ada lagi satu semeseter. InsyaALLAH akan sambung ke Degree Islamic Banking. Ada juga yang mencadangkan sambung ke UIA. Hmmm~ Istikharah. Apa-apapun setle kan dahulu, untuk semester ini dan perbaiki GPA and CGPA yang masih boleh di perbaiki. Semoga Allah permudahkan urusan dan kekalkan aku dalam ketaatan dalam beragama.

Sunday, June 05, 2011

Nasihat Ilmuwan Rabbani

Imam Abu Bakar al-Ajurri berkata:

Jika ada yang berkata: “Apabila seseorang telah diberi ilmu oleh Allah
Azza wa Jalla lalu seseorang datang kepadanya bertanyakan tentang agama
ini, orang itu membantah dan mendebatnya. Bagaimana pendapat anda,
bolehkah ia mendebat orang itu sampai ditegakkan hujah dan dibantah
ucapannya?”



Katakan kepadanya:“Inilah yang dilarang kita melakukannya dan inilah
yang telah diperingatkan oleh para imam kaum Muslimin yang terdahulu.”
Oleh sebab itu jika ada yang berkata: “Lalu apa yang perlu kita perbuat?”



Katakan kepadanya: “Jika ia bertanya kepadamu dengan pertanyaan untuk
mencari petunjuk kepada jalan yang hak tanpa ingin berdebat, maka
tunjukkanlah dia dengan tuntunan yang berisi keterangan ilmu dari
al-Qur’an dan al-Sunnah serta pendapat para sahabat dan para imam kaum
Muslimin. Adapun jika ia ingin berdebat denganmu dan ia membantahmu,
maka inilah yang tidak disukai ulama untukmu maka jangan kamu berdialog
dengannya dan berhati-hatilah terhadapnya dalam agamamu.”


Kemudian jika ada yang berkata: “Apakah kami biarkan mereka berbicara dengan kebatilan dan kami berdiam diri dari mereka?”

Katakan kepadanya: “Diamnya kamu dari mereka (tidak mempedulikan
mereka), menyingkirnya kamu dari mereka jauh lebih menyakitkan bagi
mereka daripada kamu berdiskusi dengan mereka, demikianlah yang
dikatakan oleh para Salafus Soleh.”



http://al-fikrah.net/Forums/viewtopic/t=10947.html

Isteri Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam BERGADUH di hadapan Baginda!

1) Hadis ini pertama kali aku membacanya!

2) Dalam Sahih Muslim, kitab Keutamaan Sahabat, bab Keutamaan 'Aisyah radhiallahu 'anhuma.

3) Apa respon ku SEMASA membacanya? WOO!! Punya cemburunya isteri baginda Zainab radhiallahu 'anhuma kepada 'Aisyah hingga sanggup berpelakuan seperti itu di hadapan baginda yang sedang syok-syok berehat di samping 'Aisyah!

4) Kalu aku ad bini lebih ni belum tentu ak dapat beraksi seperti baginda dengan coolnya itu, mana tidaknya... baginda sayang lebih pada 'Aisyah, tiba2 bini dia yg lain buat mcm tu, kalu aku dalm situasi seperti ini naik tangan dah aku rasa....ekikiki~ Jauh sungguh akhlak baginda dengan kita...Subhanallah!

5) Kalau rasa panjang sangat perhatikan yang aku "quote" kan tu... memang agak terkejut la bila ak membacanya hu3~ JAKUN sikit, x pernah tau kan hi3~

6) Dan membuatkan aku lebih terkesima dan KAGUM adalah sikap Baginda dengan cool nya mengatasi konflik ini!. Ayuh sama-sama kita hayati kisah rumah tangga baginda di bawah ini.

*Pecah gelas pandai2 ganti,

dah baca tolong kongsi2~ hu3

Telah menceritakan kepadaku [Al Hasan bin 'Ali Al Hulwani] dan [Abu Bakr bin An Nadhr] dan ['Abad bin Humaid]. ['Abad] berkata;

Telah menceritakan kepadaku dia berkata; sedangkan yang lainnya berkata;

Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'ad]; Telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab];

Telah mengabarkan kepadaku [Muhammad 'Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam] bahwa ['Aisyah] istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata;

"Pada suatu hari, para istri Rasulullah mengutus Fatimah binti Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk menghadap kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu Fatimah meminta izin kepada Rasulullah, yang ketika itu sedang berbaring bersama saya dengan mengenakan selimut saya, dan beliau pun mempersilahkan Fatimah untuk masuk."

Fatimah berkata; "Ya Rasulullah, sesungguhnya para istri engkau telah mengutus saya kepada engkau untuk menuntut keadilan tentang putri Abu Quhafah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan saya terdiam tidak dapat memberikan jawaban."

Aisyah berkata; "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Fatimah: 'Hai puteriku, tidakkah kamu menyenangi apa yang aku senangi? '

Fatimah menjawab; "Tentu saja." Rasulullah berkata; "Kalau begitu, maka cintailah wanita ini."

Aisyah berkata; "Setelah mendengar jawaban Rasulullah. Fatimah langsung berdiri dan memberitahukan kepada mereka, istri-istri Rasulullah, tentang apa yang dia katakan dan apa yang dikatakan oleh Rasulullah kepadanya."

Para istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya; "Hai Fatimah, sebenarnya kami mengutusmu kepada beliau tadi itu tidak memberikan keuntungan apa pun kepada kami. Oleh karena itu, kembalilah kepada ayahmu itu dan katakan kepada beliau; 'Sesungguhnya para istri-istri engkau tengah menuntut keadilan tentang puteri Abu Quhafah."

Fatimah berkata; "Demi Allah, saya tidak akan berani mengatakan itu kepada Rasulullah untuk selamanya."

Aisyah berkata; "Kemudian para istri Rasulullah bersepakat untuk mengutus Zainab binti Jahsy, salah seorang istri Rasulullah.

Aisyah berkata; "Zainab adalah salah seorang istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang pernah tawar menawar dengan saya mengenai giliran bersama Rasulullah. Dan lagi, menurut hemat saya, tidak ada perempuan lain yang melebihi Zainab dalam kebaikan agamanya, ketakwaannya kepada Allah, kebenaran pembicaraannya, si laturahimnya, banyaknya sedekah, banyaknya amal kebajikan, dan taqarrubnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala."

Aisyah berkata; 'Kemudian Zainab memohon izin kepada Rasulullah untuk masuk ke dalam rumah, yang pada saat itu Rasulullah sedang bersama Aisyah dengan mengenakan kain selimutnya, sebagaimana keadaan ketika beliau bersama Aisyah pada saat didatangi oleh Fatimah. Lalu Rasulullah mempersilahkan Zainab masuk ke dalam.

Setelah itu Zainab pun berkata; 'Ya Rasulullah, sesungguhnya para istri engkau menuntut keadilan tentang puteri Abu Bakar.'

Aisyah berkata; "Kemudian Zainab menerjang dan menindih tubuh saya beberapa saat, sementara saya hanya memperhatikan Rasulullah melalui sorot mata beliau, apakah beliau mengizinkan saya untuk balas menerjang Zainab atau tidak?"

Aisyah berkata; "Zainab terus menindih saya hingga saya tahu bahwasanya Rasulullah tidak akan marah jika saya membalas serangan Zainab hingga saya menang. Setelah itu, saya pun berhasil menerjang dan menindih Zainab dengan serangan yang lembut."

Kemudian Rasulullah tersenyum sambil berkata; "Aisyah memang putri Abu Bakr.

Dan telah menceritakannya kepadaku [Muhammad bin 'Abdullah bin Quhzadz]. ['Abdullah bin 'Utsman] berkata; Telah menceritakannya kepadaku dari ['Abdullah bin Al Mubarak] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] melalui jalur ini dengan Hadits yang semakna.

Hanyasaja didalamnya disebutkan perkataan Aisyah; 'Tatkala saya berhasil mengalahkannya, saya tidak segera menjatuhkannya.

Sumber: http://lidwa.com/app?k=muslim&n=4472